Sektor Pertanian Di Indonesia

SEKTOR  PERTANIAN  INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya (Wikipedia.org).
Sektor pertanian merupakan sektor primer bagi kebutuhan manusia (Maryunani, 2018:71). Bahkan bagi negara berkembang seperti Indonesia sektor pertanian berperan penting dalam proses pembangunan ekonomi (Sukanto Reksohadiprodjo, Drs. Pradono, 1996:65)
Perkembangan sektor pertanian terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Pada akhir abad ke-20 perub cirri lahan signifikan terjadi pada sektor pertanian secara global. Pada saat ini, jumlah penduduk dunia lebih dari tujuh miliar dimana setiap harinya pasokan makanan harus selalu tersedia. PBB memperkirakan bahwa angka ini akan mencapai sembilan miliar pada tahun 2050. Artinya, pada tahun 2050 akan ada tambahan tiga miliar lebih manusia. Hal ini merupakan jumlah yang sama dengan total populasi era 1950 an (Kesmarki. Gally, 2012 dalam Maryunani, 2018:72).
Menurut ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko menyebut bahwa satu tantangan besar pertanian saat ini adalah menyangkut masalah ketersediaan lahan. Hal itu disampaikan saat pembukaan Asia Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2020 di Jakarta.
Moeldoko menyebutkan bahwa di Indonesia sendiri penyusutan lahan pertanian terjadi secara signifikan setiap tahunnya. Menurutnya, hampir 120 ribu hektar lahan berubah fungsi setiap tahunnya (Liputan6.com).
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan pertanian menurut para ahli?
Bagaimana sejarah perkembangan pertanian yang terjadi di indonesia?
Bagaimana sifat dan ciri sistem pertanian dominan di Indonesia?
Bagaimana kondisi pertanian yang ada di sekitar?


Bagaimana Tujuan Penulisan
Mendeskripsikan tentang pengertian pertanian menurut para ahli.
Mendeskripsikan tentang sejarah perkembangan pertanian di Indonesia
Mendeskripsikan tentang sifat dan ciri sistem pertanian dominan di Indonesia
Mendeskripsikan tentang keadaan pertanian di lingkungan sekitar berdasarkan hasil wawancara.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Hakikat Pertanian
    Definisi pertanian/Agriculture menurut para ahli:
Menurut Mosher (1996),
   Pertanian adalah suatu bentuk produksi yang khas, yang didasarkan pada proses pertumbuhan tanaman dan hewan.
Menurut Van Aarsten (1953),
    Agriculture adalah kegiatan yang digunakan manusia untuk memperoleh hasil yang berasal dari atau hewan yang pada mulanya dicapai dengan jalan sengaja menyempurnakan segala kemungkinan yang telah diberikan oleh alam guna mengembangbiakan tumbuhan dan atau hewan tersebut. Dari batasan tersebut jelas bahwa untuk dapat disebut sebagai pertanian perlu dipenuhi beberapa persyaratan:
Adanya alam beserta isinya antara lain tanah sebagai tempat kegiatan, dan tumbuhan beserta hewan sebagai obyek kegiatan.
Adanya kegiatan manusia dalam menyempurnakan segala sesuatu yang telah diberikan tuhan demi kelangsungan hidup manusia.
Ada usaha manusia untuk mendapatkan produk atau hasil ekonomi yang lebih besar daripada sebelumnya adnya kegiatan manusia.

Pengertian pertanian menurut David Ray Griffin,

Pertanian adalah masalah yang paling disalah fahami, rumit, terabaikan, dan tidak diinginkan
   Pengertian pertanian menurut Y.W.Wartaya Winangun
Pertanian adalah hal yang substansial dalam pembangunan yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, penyedia bahan mentah untuk industry, penyedia lapangan kerja dan penyumbang devisa Negara.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Sejarah perkembangan pertanian di Indonesia
          Perkembangan pertanian di Indonesia sebelum belanda datang ditentukan oleh adanya system pertanian dengan pengairan yang merupakan praktek turun temurun petani jawa sistem pertanian padi sawah merupakan upaya untuk membentuk pertanian menetap.
         Pada zaman colonial belanda, pembahasan mengenai pertanian secara lebih rinci dapat dibagi dalam beberapa periode sebagai berikut:
Zaman voc. 1600-1800
Zaman kekacauan dan ketidakpastian 1800-1830 atau masa sewa tanah
Zaman tanam paksa 1830-1850
Zaman peralihan ke liberalisme 1850-1870
Zaman liberalisme 1870-1900
Zaman politik Etik 1900-1930
Zaman depresi dan perang 1930-1945
Beberapa sistem pertanian yang terjadi di Indonesia pada masa kolonial belanda
System sewa tanah (tanah partikulir)(1810-1830)
Dalam system pemerintahan tradisional (adat) di Indonesia, rakyat mempunyai kebabasan penuh untuk menentukan jenis komoditi yang ditanam, meskipun demikian rakyat membayar atau menyetorkan sebagian hasil usaha tarinya kepada penguasa.
System tanam paksa
Ketetapan kebijakan tanam paksa yang mewajibkan seperlima luas tanah pertanian ditanami oleh tanaman ekspor yang telah ditentukan oleh pemerintah kolonial seperti: kopi, gula, teh dan tembakau.
Zaman liberal
Setelah melalui masa transisi untuk menghapuskan tanam paksa, maka dengan UUD Agraria 1870, di Indonesia dibuka modal swasta dari Belanda, Inggris dan modal-modal swasta lain dari Eropa.
Era abad XX
Pendirian departemen pertanian Hindia Belanda pada tahun 1905 merupakan awal perbaikan kebijaksanaan pembangunan tanaman pangan dan Holtikultura selanjutnya pemerintah kolonial mengangkat para penasehat pertanian (1908) dan membentuk dinas penyuluhan pertanian (1910) yang diikuti dengan adanya kegiatan penyuluhan berupa pengenalan-pengenalan varietas- varietas baru padi dan tanaman lainnya tiba 1908 dan organisasi pengatur penyebaran benih dibentuk pada tahun 1816.
B. Sifat dan ciri sistem pertanian dominan di Indonesia
Sistem pertanian yang dominan di Indonesia:yaitu persawahan, pertanian intensif lahan kering dan pertanian masyarakat hutan.
Sistem pertanian persawahan (lawland rica farming sistem)
Adalah sistem pertanian (budidaya tanam) berbasis padi sawah
Sistem pertanian pohon campuran (tree crop mixed farming sistem)
Sistem pertanian pohon campuran ini banyak dijumpai di Indonesia (bagian barat), Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Tanaman yang utama dibudidaya meliputi kelapa sawit (terbanyak di Indonesia dan Malaysia) karet, kelapa, kopi, teh, dan cacoa, denan beberapa tanaman sampingan seperti lada dan berbagai jenis tanaman rempah (pala, temu-temuan) 
Sistem Pertanian Campuran Intensif Lahan Kering (Unpland Intensive Mixed Farming System)
 Sistem ini banyak ditemukan di lahan kering dan berbukit-bukit dengan ketinggian tempat 
(altitude) dan kemiringan yang sedang di agroekologi humid dan subhumid.
Sistem campuran ini dicirikan oleh budi daya tanaman permanen, tetapi jenis tanaman permanennya sangat pada tergantung pada area geografis, kondisi agroklimat, kemiringan lahan, terasering, dan kondisi tata air.

Sistem Pertanian Masyarakat di Sekitar Hutan (Sparse Forest Farming System)
Meskipun terdapat ini secara cukup luas, sistem pertanian masyarakat dekat hutan secara ekonomi kewilayahan tidak menentukan. Sistem ini merupakan sistem pertanian yang penyebarannya sangat luas di Indonesia, kecuali Pulau Jawa. Sebaran wilayahnya mencapai 172 juta hektare di seluruh Asia Timur dan Kepulauan Pasifik serta mendukung kehidupan 23 juta orang dengan 15 juta orang diklasifikasikan sebagai populasi pertanian.



C. Kondisi Pertanian di Dusun Serenan Desa Pangkur  Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu warga Dusun Serenan Desa Pangkur Kabupaten Ngawi pada 14  Maret 2020, Zainal Abidin (23) mengatakan bahwa hasil pertanian di daerahnya untuk tahun ini mengalami penurunan. Hal ini menurutnya disebabkan oleh beberapa factor seperti: hujan yang jarang turun, tanah yang kian berkurang kesuburannya, hama yang sulit dibasmi serta didukung oleh keberadaan pupuk bersubsidi yang sulit diperoleh di daerah tersebut.
 Seharusnya ini musim penghujan, namun hujan disini jarang turun sehingga petani mau tidak mau harus membeli air di sumur sibel untuk keberlangsungan hidup tanaman dan itu memerlukan biaya yang tidak sedikit imbuhnya.
Selain itu hama tikus yang datang pada musim awal pertumbuhan padi juga turut menambah beban para petani.
 harapan kami kepada pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan petani yaitu dengan memberikan bantuan pupuk bersubsidi serta memberikan program pelatihan terkait dengan peningkatan hasil pertanian kepada para petani.













Daftar Pustaka


Dwidjoseputro, D. 1990. Ekologi Manusia Dengan Lingkungannya. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Reksohadiprodjo, Sukanto dan Drs. Pradono. 1996. Ekonomi Sumber Daya Alam Dan Energi. Yogyakarta: BPFE.
Maryunani. 2018. Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Pembangunan Ekonomi Secara Berkelanjutan. Malang: UB Press.
Hanafie, Rita. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Retno FW. 2017. Analisis Keterkaitan Pertanian Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Indonesia (Analisis Input Output). Jurnal Economia. Volume 13
Yusrizal, Ishak Hasan. 2016. Pengaruh Pembangunan Sektor Pertanian Terhadap Distribusi Pendapatan Dan Kesempatan Kerja Di Indonsia. JEP. Vol 16.

Komentar

  1. Mohon izin bertanya. Mbak novia mengenai pertanian yang ada di indonesia?. Menurut anda mengapa indonesia masih mengimpor beras dari luar negeri? Dan mengapa pemerintah tidak memfokuskan pada sektor pertanian di indonesia dan mensejahterakan para petani? Makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf sebelumnya saya baru menjawab, jadi begini mbak arik kenapa pemerintah itu masih impor beras padahal indonesia adalah negara agraris ada beberapa alasan yaitu yang pertama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, membeberkan alasan soal alasan mengapa Indonesia harus mengimpor beras. Ia menjelaskan kondisi yang sebenarnya dari stok beras di dalam negeri belum bisa memenuhi konsumsi.
      Apabila jumlah stok dari produksi lokal tidak terpenuhi maka akan terjadi kelangkaan sehingga menimbulkan kenaikan harga. Selain itu aadanya alih fungsi lahan pertanian yanv dijadikan sektor industri maupun infrastruktur pembangunan mengakibatkan lahan pertanian di indonesia berkurang dan jumlah stok beras juga berkurang.
      Untuk pertanyaan anda selanjutnya, ini adalah PR besar bangsa kita mengapa justru pemerintah tidak memfokuskan pada sektor pertanian, kalau menurut saya jika dilihat para pelaku pertanian itu adalah rata-rata masyarakat desa yang mengenyam pendidikan rendah. Sehingga mungkin akan sulit bagi pemerintah jika mengandalkan dari produksi mereka yang rata-rata masih tradisional dan berkaitan dengan masyarakat desa yang rata-rata sulit diubah pola pikirnya. Jadi memang apabila pemerintah indonesia itu ingin mengandalkan dari sektor pertanian itu memerlukan waktu yang cukup lama. Begitulah kiranya alasan menurut pendapat saya. Mungkin apabila kurang cocok mbak arik bisa menambahkan pendapatnya. Terimakasih

      Hapus
  2. Selamat Pagi Mbak Nov. Saya Arif 010 izin tanya. apa kontribusi mbak novia dalam sektor pertanian di lingkungan?
    Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya mas arif, dan mohon maaf apabila baru menjawab.
      Menurut saya kontrubusi saya untuk pertanian di lingkungan tempat tinggal saya itu sedikit. Karena dsamping saya bukan ahlinya dibidang pertanian, selama kuliah saya juga tinggal di dalam lingkungan yang jauh dari lahan pertanian. Namun, apabila waktu saya pulang kerumah, saya juga sedikit-sedikit memberi informasi tentang pupuk yang cocok, solusi yang berkaitan dengan hama berdasarkan yang saya ketahui meskipun itu hanya untuk lingkup keluarga saya saja.

      Hapus
  3. Pertanian adalah sektor yang paling kuat ketika perekonomian diguncang. Bagaimana pendapat mbak Novia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya bu Nov , dan mohon maaf saya baru bisa menjawab.
      Menurut saya, saya sangat setuju dengan pernyataan diatas. Negara Indonesia dengan sektor pertaniannya seperti dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan sejak awal negara indonesia ini merdeka, sektor pertanian did indonesia sudah dikenal. Hal ini saya ketahui dari Pernyataan Presiden Soekarno bahwa kata petani merupakan singakatan dari Penyangga Tatanan Negara Indonesia. Meskipun sektor pertanian di Indonesia itu cukup stagnan dan hampir lambat untuk mengalami perubahan, namun sektor ini merupakan sektor terkuat yang tidak terpengaruh oleh hal negatif maupun guncangan perekonomian dari luar.

      Hapus
  4. Dengan adanya pandemi covid , pastinya dalam peng impor an bahan pagan dari luar negeri sangat susah lalu bagaimana cara indonesia mengatasi masalahtersebut padahal pada dasarnya dalam panganan indonesia mengimpor dari negara lain??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak dila atas pertanyaannya dan mohon maaf baru bisa menjawab. Jadi ada beberapa masukan terkait dengan kebijakan impor bahan pangan pada masa pandemik ini agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi Seperti: perubahan pola rantai pasok makanan, dan peningkatan fasilitas produksi dan konsumsi di sektor pangan.

      Hapus

Posting Komentar